PURWOREJO, Warta Nahdliyin – Rapat Koordinasi (Rakor) Gabungan Harian Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Purworejo yang digelar di kediaman Rais Syuriah, KH. Dawud Masykuri, Jumat (10/7/2026), memaparkan sejumlah capaian strategis organisasi. Capaian tersebut meliputi percepatan inventarisasi tanah wakaf, penguatan kemandirian finansial, hingga penataan organisasi sebagai langkah memperkuat khidmat Nahdlatul Ulama di Kabupaten Purworejo.
Rakor yang dipimpin langsung oleh Rais Syuriah PCNU Purworejo, KH. Dawud Masykuri, bersama Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, KH. Muhammad Haekal, S.Pd.I., membahas secara mendalam berbagai isu strategis, khususnya pengelolaan aset dan akuntabilitas keuangan organisasi.

Capaian Inventarisasi Wakaf dan Pengamanan Aset
Dalam laporan organisasi, PCNU Purworejo mencatat perkembangan menggembirakan dalam inventarisasi tanah wakaf NU. Hingga saat ini, tanah wakaf yang telah berhasil didata secara resmi mencapai sekitar 2,5 hektare dan tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Purworejo.
Menanggapi capaian tersebut, Rais Syuriah PCNU Purworejo, KH. Dawud Masykuri, mendorong seluruh jajaran pengurus untuk mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf.
“Bagi tanah-tanah wakaf yang telah diserahkan kepada NU tetapi belum bersertifikat atas nama NU, kami berharap proses sertifikasinya segera dituntaskan agar status hukumnya semakin kuat dan aset jam’iyah tetap terjaga,” tegasnya.
Sinergi Keuangan: KBIHU dan Pembangunan Masjid NU
Pada kesempatan yang sama, Bendahara PCNU Purworejo, Heriyanto, M.T., menyampaikan bahwa sektor kemandirian finansial organisasi menunjukkan perkembangan yang positif.
Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Purworejo melaporkan bahwa infak jemaah yang disalurkan melalui PCNU Purworejo telah mencapai Rp92 juta. Sementara itu, total kontribusi yang disalurkan KBIHU sepanjang tahun berjalan tercatat mencapai Rp182 juta.
Heri juga menyampaikan bahwa KBIHU Purworejo akan menggelar kegiatan penyambutan kepulangan jemaah haji tahun 2026 sekaligus membuka program manasik bagi calon jemaah haji tahun 2027.
Di sisi lain, Panitia Pembangunan Gedung/Masjid NU KH. Hasyim Asy’ari melaporkan bahwa dana infak yang berhasil dihimpun dari para donatur hingga Jumat (10/7/2026) telah mencapai Rp185.505.000.
Penataan Organisasi dan Persiapan Muktamar NU
Sementara itu, Sekretaris PCNU Purworejo, M. Churdaini, M.Pd., menjelaskan bahwa pengurus cabang telah melakukan pembagian bidang tugas (plotting) untuk mendampingi dan mengawal kinerja seluruh lembaga di bawah naungan PCNU Purworejo.
Selain itu, dilakukan pula pembagian zonasi koordinasi bagi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di 16 kecamatan se-Kabupaten Purworejo ke dalam empat zona strategis guna meningkatkan efektivitas pembinaan dan koordinasi organisasi.
Menutup rakor, PCNU Purworejo menyatakan komitmennya untuk menyukseskan penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
PCNU Purworejo berharap muktamar mendatang mampu melahirkan keputusan-keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat serta semakin memperkokoh Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah dalam menjawab tantangan zaman.
Kontributor: Alfin Zidni







