Menu

Mode Gelap
Cetak Wirausaha Perempuan, PAC Muslimat NU Purworejo Ikuti Pelatihan Roti dan Kue Selama 12 Hari Fatayat NU Bagelen Perkuat Keilmuan dan Dorong Kemandirian Ekonomi Anggota Melalui Selapanan Ketua PKC PMII Jawa Tengah Dorong Cabang di Zona Danyang Sumbing Pererat Jalinan Kaderisasi Sahabat Latif Resmi Pimpin PC PMII Purworejo, Usung Semangat Pergerakan yang Berdampak Lailatul Ijtima’ MWCNU Kutoarjo Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Syiar Keagamaan Pokjaluh Kemenag Purworejo Gelar Qurban Peduli Umat ke-10 di Kedungsri Butuh

Berita

Sinergi PC IPPNU Purworejo, Ning Imas Kupas Tuntas Fiqih Wanita Karier dan Pernikahan

badge-check


					Sinergi PC IPPNU Purworejo, Ning Imas Kupas Tuntas Fiqih Wanita Karier dan Pernikahan Perbesar

Purworejo – Upaya memberikan pemahaman komprehensif kepada perempuan dalam menghadapi dinamika zaman terus dilakukan oleh berbagai organisasi perempuan di Kabupaten Purworejo. Salah satunya melalui kajian fiqih kewanitaan bertema “Perspektif Islam tentang Perempuan dalam Pekerjaan dan Pernikahan” yang digelar pada Minggu (12/4/2026) di Hotel Plaza Purworejo.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh PC IPPNU Kabupaten Purworejo sebagai bagian dari membangun wawasan keislaman yang relevan dengan tantangan perempuan masa kini.

Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa tujuan kajian ini adalah memberikan pemahaman kepada perempuan, khususnya generasi muda, agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai religius.

“Acara ini bukan untuk mendikotomi antara wanita pekerja dan ibu rumah tangga, melainkan untuk memberikan pencerahan hukum (fiqih) agar perempuan muslimah bisa menjadi wanita karier yang berdaya, namun tetap bertakwa, berakhlak mulia, dan sukses dalam mendidik generasi,” ungkap perwakilan panitia.

Kajian ini menghadirkan narasumber utama Nur Fatimatuzzahro, yang dikenal luas sebagai Ning Imas. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa fiqih memiliki fleksibilitas dalam memandang peran perempuan, termasuk dalam ruang publik.

Menurutnya, pernikahan bukanlah penghalang bagi perempuan untuk berkarya, melainkan sebuah kemitraan yang membutuhkan komunikasi yang baik antara suami dan istri dalam pembagian peran. Ia juga menegaskan bahwa dalam perspektif fiqih, perempuan memiliki hak untuk mengelola hartanya sendiri dari hasil kerja yang diperoleh.

“Perempuan tetap bisa berkontribusi di masyarakat, berorganisasi, dan berkarya, namun harus mampu mengelola prioritas agar tetap menjaga keharmonisan rumah tangga di masa depan,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah konsolidasi bagi organisasi perempuan NU seperti IPPNU, Fatayat, dan Muslimat untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi. Isu pernikahan dan pekerjaan sengaja diangkat karena dinilai menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi kader perempuan, khususnya saat memasuki fase pasca-kampus.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu memiliki pemahaman yang utuh dan seimbang antara peran domestik dan publik, sehingga dapat menjadi perempuan yang berdaya, berilmu, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cetak Wirausaha Perempuan, PAC Muslimat NU Purworejo Ikuti Pelatihan Roti dan Kue Selama 12 Hari

5 Juni 2026 - 19:16 WIB

Fatayat NU Bagelen Perkuat Keilmuan dan Dorong Kemandirian Ekonomi Anggota Melalui Selapanan

5 Juni 2026 - 19:11 WIB

Sahabat Latif Resmi Pimpin PC PMII Purworejo, Usung Semangat Pergerakan yang Berdampak

4 Juni 2026 - 10:38 WIB

Lailatul Ijtima’ MWCNU Kutoarjo Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Syiar Keagamaan

4 Juni 2026 - 10:35 WIB

Pokjaluh Kemenag Purworejo Gelar Qurban Peduli Umat ke-10 di Kedungsri Butuh

4 Juni 2026 - 10:33 WIB

Konfercab XVIII PMII Purworejo Jadi Momentum Regenerasi, PCNU Dorong Kader Perkuat Peran di NU

4 Juni 2026 - 10:30 WIB

K.H. Muhammad Haekal memberi sambutan dan membuka Konfercab XVIII PC PMII Purworejo
Trending di Berita