Menu ✖

Mode Gelap
Rajut Sinergi Lintas Sektoral, MWC NU Butuh Sukses Gelar Apel Hari Santri 2026 dan Majelis Shalawat 2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama MWCNU Gebang Matangkan Program Strategis, dari Kemandirian Ekonomi hingga Pendidikan PCNU Purworejo Salurkan Bantuan Khitan Gratis untuk Tiga Santri TPQ Lugosobo Ny. Fauziyah Laili Wasul Pimpin Muslimat NU Purworejo 2026-2031, Bidik Penguatan Kader dan Ranting “Ora Ono Muslimat NU, NU Ora Ono” PW Muslimat Jateng Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Keberlanjutan NU

Berita

Sinergi PC IPPNU Purworejo, Ning Imas Kupas Tuntas Fiqih Wanita Karier dan Pernikahan

badge-check


					Sinergi PC IPPNU Purworejo, Ning Imas Kupas Tuntas Fiqih Wanita Karier dan Pernikahan Perbesar

Purworejo – Upaya memberikan pemahaman komprehensif kepada perempuan dalam menghadapi dinamika zaman terus dilakukan oleh berbagai organisasi perempuan di Kabupaten Purworejo. Salah satunya melalui kajian fiqih kewanitaan bertema “Perspektif Islam tentang Perempuan dalam Pekerjaan dan Pernikahan” yang digelar pada Minggu (12/4/2026) di Hotel Plaza Purworejo.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh PC IPPNU Kabupaten Purworejo sebagai bagian dari membangun wawasan keislaman yang relevan dengan tantangan perempuan masa kini.

Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa tujuan kajian ini adalah memberikan pemahaman kepada perempuan, khususnya generasi muda, agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai religius.

“Acara ini bukan untuk mendikotomi antara wanita pekerja dan ibu rumah tangga, melainkan untuk memberikan pencerahan hukum (fiqih) agar perempuan muslimah bisa menjadi wanita karier yang berdaya, namun tetap bertakwa, berakhlak mulia, dan sukses dalam mendidik generasi,” ungkap perwakilan panitia.

Kajian ini menghadirkan narasumber utama Nur Fatimatuzzahro, yang dikenal luas sebagai Ning Imas. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa fiqih memiliki fleksibilitas dalam memandang peran perempuan, termasuk dalam ruang publik.

Menurutnya, pernikahan bukanlah penghalang bagi perempuan untuk berkarya, melainkan sebuah kemitraan yang membutuhkan komunikasi yang baik antara suami dan istri dalam pembagian peran. Ia juga menegaskan bahwa dalam perspektif fiqih, perempuan memiliki hak untuk mengelola hartanya sendiri dari hasil kerja yang diperoleh.

“Perempuan tetap bisa berkontribusi di masyarakat, berorganisasi, dan berkarya, namun harus mampu mengelola prioritas agar tetap menjaga keharmonisan rumah tangga di masa depan,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah konsolidasi bagi organisasi perempuan NU seperti IPPNU, Fatayat, dan Muslimat untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi. Isu pernikahan dan pekerjaan sengaja diangkat karena dinilai menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi kader perempuan, khususnya saat memasuki fase pasca-kampus.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu memiliki pemahaman yang utuh dan seimbang antara peran domestik dan publik, sehingga dapat menjadi perempuan yang berdaya, berilmu, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rajut Sinergi Lintas Sektoral, MWC NU Butuh Sukses Gelar Apel Hari Santri 2026 dan Majelis Shalawat

22 Oktober 2026 - 19:02 WIB

2.000 Warga Nahdliyin Meriahkan Jalan Sehat HSN 2026 MWCNU Loano, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

18 Oktober 2026 - 19:26 WIB

MWCNU Gebang Matangkan Program Strategis, dari Kemandirian Ekonomi hingga Pendidikan

11 Oktober 2026 - 20:29 WIB

PCNU Purworejo Salurkan Bantuan Khitan Gratis untuk Tiga Santri TPQ Lugosobo

11 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Ny. Fauziyah Laili Wasul Pimpin Muslimat NU Purworejo 2026-2031, Bidik Penguatan Kader dan Ranting

21 September 2026 - 17:33 WIB

“Ora Ono Muslimat NU, NU Ora Ono” PW Muslimat Jateng Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Keberlanjutan NU

21 September 2026 - 11:15 WIB

Trending di Berita