PURWOREJO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Purworejo resmi menggelar Pelatihan Menjahit bagi 16 anggotanya pada Senin (8/6/2026). Program yang berlangsung selama 10 hari ini merupakan kolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) melalui UPT BLK Kabupaten Purworejo.
Kegiatan ini terselenggara berkat alokasi dana DAU 2026 melalui pokok pikiran (Pokir) Sekretaris Komisi IV DPRD Purworejo, H. Much Dahlan, S.E.

Ketua PAC Fatayat Kecamatan Purworejo, Ratnawati Ulfah, S.P., menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum yang pas karena bertepatan dengan Harlah ke-76 Fatayat yang mengusung tema “Berdaya, Berdampak, dan Mendunia”.
“Target sederhananya, para perempuan minimal bisa membuat pakaiannya sendiri tanpa membebani finansial suami, lebih-lebih bisa menjadi lahan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Harapannya, ilmu ini perlahan bisa berdampak dan menular ke anggota fatayat lainnya,” ungkap Ratnawati.

Kepala UPT BLK Kabupaten Purworejo, Anisah, S.Pd., M.Pd., menargetkan dalam waktu 10 hari, peserta sudah mampu mengukur, membuat pola, hingga menjahit setelan blus dan rok. Lebih dari sekadar keterampilan, Anisah menyebut program ini sejalan dengan program Bupati dan Wabup yakni PITULUNGAN.
“Ketika peserta memiliki keterampilan, penghasilan akan meningkat sehingga kesejahteraan keluarga tercapai. Keluarga yang sejahtera akan melahirkan anak-anak yang sehat, sehingga ke depan tidak ada lagi kasus stunting di Kabupaten Purworejo,” jelas Anisah.
Apresiasi disampaikan oleh Ketua MWC NU Kecamatan Purworejo, Gus Naufal Abdillah Al Hafidz. Ia berharap program serupa dari pemerintah dapat terus hadir untuk memberdayakan seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Nahdliyin.
Di sisi lain, H. Much Dahlan, S.E., selaku inisiator anggaran menegaskan bahwa program ini tidak boleh berhenti sebatas seremonial pembukaan dan penutupan saja. Ia menargetkan lahirnya wirausaha konveksi baru dari rahim Fatayat.
“Sebagai wakil rakyat, saya berkomitmen melakukan pengawalan lanjutan. Jika kompetensinya matang dan semangat usahanya ada, tentu akan kita dorong tahap berikutnya, entah melalui usulan bantuan mesin jahit maupun pendampingan akses modal. Kita kawal sampai ilmunya benar-benar menggerakkan roda ekonomi mereka,” tegas Dahlan.
Turut hadir memeriahkan acara pembukaan, tim dari UPT BLK Kabupaten Purworejo. Selain itu, hadir juga Ketua MWC NU Purworejo, Muslimat NU Kecamatan Purworejo, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Purworejo, serta 16 peserta pelatihan yang siap mengikuti program tersebut hingga tuntas.







