Pada tahun pertama operasionalnya, sekolah membuka lima program keahlian, yakni Teknik Bodi Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Bisnis Digital, Akuntansi, dan Desain Produksi Busana.
Aziz menjelaskan, pemilihan jurusan tersebut dilakukan berdasarkan kajian terhadap perkembangan dunia usaha dan industri yang terus membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang otomotif, teknologi digital, keuangan, serta industri kreatif.

“SMK dipilih karena mampu membekali siswa dengan kompetensi yang dapat langsung digunakan untuk bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” jelasnya.
Untuk menjaga relevansi pembelajaran, sekolah mengombinasikan kurikulum nasional dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Selain itu, pihak sekolah juga terus membangun kemitraan dengan berbagai perusahaan sebagai tempat praktik kerja lapangan (PKL) dan penyaluran lulusan.







