Selain penguatan organisasi, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi program kesehatan berbasis syariat Islam yang disampaikan Rois Syuriah MWC NU Kutoarjo, K. Fauzi Ahmad Sahin. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan program ruqyah massal yang akan dilaksanakan secara rutin melalui lembaga Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA).

Menurutnya, ruqyah syar’iyyah merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang diajarkan dalam Islam melalui pendekatan Al-Qur’an dan doa-doa yang bersumber dari syariat.
“Pada setiap kegiatan Pengajian Ahad Kliwon MWC NU Kutoarjo, setelah salat Zuhur akan dilaksanakan ruqyah massal oleh JRA. Semoga kegiatan ini menjadi sarana ikhtiar memohon kesehatan kepada Allah SWT melalui pengobatan Qur’ani yang sesuai tuntunan agama,” jelasnya.
Setelah sesi sambutan dan sosialisasi program, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah organisasi yang membahas berbagai agenda ke-NU-an di tingkat kecamatan dan ranting. Acara kemudian ditutup dengan pengajian Kitab Al Muqtathofat yang disampaikan oleh K. Asnawi Mangku Alam.
Melalui kegiatan Lailatul Ijtima’ ini, MWC NU Kutoarjo berharap hubungan antarstruktur organisasi semakin solid, komunikasi antarwarga Nahdliyin semakin erat, serta semangat pengajian dan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah terus tumbuh di tengah masyarakat.







