Menu

Mode Gelap
Public Speaking Bakal Digantikan AI? IAI An-Nawawi Purworejo Kupas Tuntas di Workshop Internasional Rakor MWCNU Gebang Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Khidmah Nahdliyin Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Purworejo Siap Kawal Keputusan Strategis untuk Umat Penyelamatan Aset dan Kemandirian Finansial Jadi Sorotan Rakor Gabungan PCNU Purworejo PCNU Purworejo Tancap Gas, Tetapkan 5 Program Prioritas Akselerasi Periode 2026-2027 Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital

Berita

Lazisnu Purworejo Luncurkan Desa Sejahtera NU di Kedungloteng, Hadirkan 5 Pilar Program

badge-check


					Lazisnu Purworejo Luncurkan Desa Sejahtera NU di Kedungloteng, Hadirkan 5 Pilar Program Perbesar

BENER – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) PCNU Kabupaten Purworejo resmi meluncurkan program Desa Sejahtera Nahdlatul Ulama di Desa Kedungloteng, Kecamatan Bener, Minggu (15/02/2026). Program ini menjadi pilot project pemberdayaan berbasis zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari warga Nahdliyin di Kabupaten Purworejo.

Ketua Lazisnu PCNU Purworejo, Waluya, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa launching ini merupakan langkah awal untuk merealisasikan lima pilar utama pemberdayaan masyarakat desa. “Harapannya, melalui Desa Sejahtera NU ini, lima pilar program bisa terealisasi secara nyata,” ujarnya.

Adapun lima pilar tersebut meliputi:

  • Pendidikan: Beasiswa untuk 13 siswa dari keluarga kurang mampu.
  • Ekonomi: Bantuan modal usaha bagi 13 pelaku UMKM, disertai pendampingan pemasaran.
  • Kesehatan: Pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan kursi roda, dan alat bantu dengar.
  • Dakwah dan Kemanusiaan: Bantuan untuk guru ngaji, keluarga dhuafa, lansia, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni.
  • Hijau/Lingkungan: Pembagian bibit pisang kepok dan hortikultura, dengan target penanaman 200 batang pisang.

Ketua Program Desa Sejahtera NU PCNU Purworejo, Ahmad Tholbi, menjelaskan bahwa program ini ditargetkan berjalan minimal enam bulan dengan agenda berkelanjutan, termasuk bantuan rutin bagi guru ngaji dan kelompok rentan. Desa Kedungloteng dipilih karena semangat partisipasi masyarakat yang tinggi serta MWC NU Bener yang tercatat sebagai salah satu pengumpul Koin NU terbaik.

“Sekitar 80 persen kegiatan launching ini merupakan swadaya masyarakat. Antusias warga luar biasa, mulai dari kepala desa, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat,” ungkap Tholbi.

Desa Kedungloteng sendiri memiliki tiga RT dengan sekitar 250 kepala keluarga, mayoritas muslim Ahlussunnah wal Jamaah. Melalui program ini, Lazisnu berharap kesejahteraan masyarakat meningkat, baik secara ekonomi maupun spiritual.

“Kesejahteraan bangsa dimulai dari desa. NU di sini bisa dimaknai Nahdlatul Ulama, tetapi juga Desa Sejahtera Nusantara,” pungkas Tholbi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Public Speaking Bakal Digantikan AI? IAI An-Nawawi Purworejo Kupas Tuntas di Workshop Internasional

21 Juli 2026 - 01:24 WIB

Rakor MWCNU Gebang Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Khidmah Nahdliyin

19 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Purworejo Siap Kawal Keputusan Strategis untuk Umat

13 Juli 2026 - 18:48 WIB

Penyelamatan Aset dan Kemandirian Finansial Jadi Sorotan Rakor Gabungan PCNU Purworejo

13 Juli 2026 - 18:37 WIB

PCNU Purworejo Tancap Gas, Tetapkan 5 Program Prioritas Akselerasi Periode 2026-2027

13 Juli 2026 - 17:43 WIB

Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital

12 Juli 2026 - 00:06 WIB

Trending di Berita