Menariknya, rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan agenda organisasi. Pada kesempatan yang sama, GP Ansor Kaliwader juga membuka kegiatan Selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor yang akan dilaksanakan secara rutin setiap selapan atau 35 hari sekali.
Pembukaan kegiatan tersebut berlangsung penuh kekhidmatan. Para kader bersama jajaran pengurus NU dan tokoh masyarakat mengikuti pembacaan dzikir, istighosah, serta sholawat sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam mengawali masa kepengurusan yang baru.

Bagi GP Ansor Kaliwader, keseimbangan antara penguatan organisasi dan pembinaan ruhani menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan. Kader tidak hanya dituntut aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga harus memiliki fondasi keagamaan yang kuat sebagai bekal dalam menjalankan pengabdian.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Syuriah dan Tanfidziyah Nahdlatul Ulama tingkat ranting, sekretaris ranting, serta sejumlah tokoh masyarakat Desa Kaliwader. Mereka memberikan dukungan dan apresiasi terhadap komitmen GP Ansor dalam membangun kader yang militan, religius, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.







