Menu

Mode Gelap
Kisah Inspiratif Hj. Komsiyah, Perajin Anyaman Bambu yang Berhasil Menunaikan Ibadah Haji PR GP Ansor Kaliwader Matangkan Program Kerja 2026–2028, Rijalul Ansor Jadi Penguat Kebersamaan Kader Meriah dan Penuh Haru, TK Masyithoh Lugosobo Lepas 36 Lulusan Tahun Ajaran 2025/2026 Jelang Pengajian Selapanan MWCNU, JQH NU Butuh Gelar Sima’an Al-Qur’an 30 Juz di Masjid Salafiyah Wareng SMP VIP Kemiri Gandeng MI Imam Puro Dlangu, Perkuat Sinergi Pendidikan Ma’arif NU Masjid Nurul Haq Bagelen Gelar Kegiatan Sosial, Warga Antusias Hadiri Bazar dan Pembagian Daging Kurban

Berita

PW GP Ansor Jateng Gelar LI Suspelat dan Diklatsus Bagana Balantas Putaran Empat di Purworejo

badge-check


					PW GP Ansor Jateng Gelar LI Suspelat dan Diklatsus Bagana Balantas Putaran Empat di Purworejo Perbesar

PURWOREJO, nupurworejo.com – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah mengadakan Latihan Instruktur 1, Suspelat 1 dan Diklatsus Bagana Balantas, Jum’at-Ahad (26-28/11/2021) kemarin, di Komplek Yayasan Mazro’atul Ulum, Desa Sutoragan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo.

Latihan Instruktur satu, Suspelat satu, diklatsus bagana dan balatas diikuti oleh 49 kader dari 5 Kabupaten di karesidenan kedu.

Baca juga: Tim Media Ansor Purworejo, Belajar Sejarah di Museum Tosan Aji

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Solahudin Aly menyampaikan bahwa Latihan Instruktur 1, Suspelat 1 setelah pandemi putaran ke emat, yang pertama di Kota Semarang raya, kedua di Banyumas raya, ketiga Pekalongan raya dan sekarang di Kedu raya.

“Jadi kita bikin per karesidenan, setelah pandemi covid-19,” jelasnya.

Dikatakan, peseta tidak ada batasan khusus, hanya mempertimbangkan kelas dan kemampuan kelas memampung.

“Artinya kita batasi dari persyaratan, di Latihan Instruktur dan Suspelat satu harus sarjana. Kami ingin mendidik guru sebagai pendidik yang baik,” terangnya.

Diharapkan, sahabat-sahabat yang berlatar belakang sarjana, didik instruktural bisa berkembang dan bermanfaat. Karena kita berangkat dari pengalaman dari sebelumnya yang aktif hanya paling 25 persen.

“Antinya nantinya setelah diklat khusus ini bisa bermanfaat dan menularkan ilmunya, bisa digunakan untuk kaderisasi di masing-masing cabang,” pungkasnya.

Penulis: Achmad Rohadi
Editor: MH/RA/LH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Inspiratif Hj. Komsiyah, Perajin Anyaman Bambu yang Berhasil Menunaikan Ibadah Haji

31 Mei 2026 - 14:02 WIB

PR GP Ansor Kaliwader Matangkan Program Kerja 2026–2028, Rijalul Ansor Jadi Penguat Kebersamaan Kader

31 Mei 2026 - 13:14 WIB

Meriah dan Penuh Haru, TK Masyithoh Lugosobo Lepas 36 Lulusan Tahun Ajaran 2025/2026

31 Mei 2026 - 09:27 WIB

Jelang Pengajian Selapanan MWCNU, JQH NU Butuh Gelar Sima’an Al-Qur’an 30 Juz di Masjid Salafiyah Wareng

30 Mei 2026 - 23:18 WIB

SMP VIP Kemiri Gandeng MI Imam Puro Dlangu, Perkuat Sinergi Pendidikan Ma’arif NU

30 Mei 2026 - 22:47 WIB

Masjid Nurul Haq Bagelen Gelar Kegiatan Sosial, Warga Antusias Hadiri Bazar dan Pembagian Daging Kurban

30 Mei 2026 - 18:07 WIB

Trending di Berita