Gebang— Sebanyak 942 santri baru dari MTs dan MA di bawah naungan Yayasan Al-Iman Bulus resmi mengikuti rangkaian kegiatan pengkaderan awal tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan tersebut meliputi Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA), Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA), serta Latihan Kader Muda (LAKMUD), yang berlangsung selama Mei hingga Juli 2025.
Tercatat 410 santri tingkat MTs dan 532 santri tingkat MA mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Rangkaian kegiatan ini bertujuan membentuk pelajar yang religius, berdisiplin tinggi, serta berjiwa Nahdliyyin yang siap berkhidmat bagi Nahdlatul Ulama (NU).

MATSAMA dan MAKESTA: Gerbang Awal Pengkaderan
Kegiatan MATSAMA dan MAKESTA dilaksanakan pada 14–16 Juli 2025 di lingkungan madrasah Al-Iman Bulus.
Untuk tingkat MTs, sebanyak 410 santri baru tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan madrasah, tetapi juga secara resmi dibaiat sebagai anggota IPNU dan IPPNU oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Purworejo melalui kegiatan MAKESTA. Proses ini menjadi tonggak awal pengkaderan mereka sebagai pelajar NU.
Sementara itu, 532 santri baru MA juga mengikuti MATSAMA. Namun, MAKESTA hanya diikuti oleh mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan serupa di jenjang MTs, karena sebagian besar santri MA sudah dibaiat sebelumnya.
Materi yang disampaikan selama kegiatan mencakup ke-IPNU-IPPNU-an, keorganisasian dan kepemimpinan, keaswajaan dan ke-NU-an, akhlak, wawasan kebangsaan, dan disiplin. Kegiatan berlangsung dengan pendekatan interaktif dan nuansa kekeluargaan.
LAKMUD: Kukuhkan 160 Kader Muda
Setelah MAKESTA, proses kaderisasi berlanjut ke jenjang Latihan Kader Muda (LAKMUD) yang dilaksanakan di MA Al-Iman Bulus bekerja sama dengan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gebang.
LAKMUD digelar dalam dua gelombang, yakni pada 26–28 Mei dan 30 Juni–2 Juli 2025. Sebanyak 160 peserta berhasil dikukuhkan sebagai kader muda IPNU-IPPNU. Selama tiga hari, mereka mendapatkan pembekalan 12 materi kaderisasi dari para pemateri dan tokoh NU.
Salah satu pemateri utama adalah Habib Muhammad Fariz Baity, Lc.—menantu Al-Ustadz Hasan bin Agil Ba’abud dan pengurus RMI PCNU Purworejo. Dalam materi bertajuk Lobbying and Networking, Habib Fariz menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kaderisasi ini dan menekankan pentingnya niat dalam berkhidmat:
“Niatkan pengkaderan ini untuk berkhidmat kepada NU, karena dari sinilah kita menyiapkan generasi penerus Jam’iyyah,” tegas Habib Fariz.
Konsistensi Yayasan Al-Iman Bulus dalam Mencetak Kader NU
Kegiatan MATSAMA, MAKESTA, dan LAKMUD 2025 ini menjadi bukti konsistensi Yayasan Al-Iman Bulus dalam mencetak generasi yang:
- Berakhlakul karimah,
- Cinta ilmu dan berorganisasi,
- Siap menjadi kader NU yang militan, intelektual, dan beradab.
Kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini tak lepas dari bimbingan dan dukungan para masyayikh Al-Iman, khususnya Al-Ustadz Hasan bin Agil Ba’abud (Mustasyar PWNU Jawa Tengah 2024–2029). Sejak 2015 (1436 H), beliau menjabat sebagai Rois Syuriyah PCNU Purworejo dan berperan penting dalam transformasi OSIM menjadi IPNU-IPPNU, sebuah langkah strategis yang kini membuahkan hasil nyata dalam penguatan kaderisasi pelajar.
Penulis: Muh Alfan Husain, S.T.U.








