Menu

Mode Gelap
Mengenang Wafatnya Syaikhona KH Maimoen Zubair di Tanah Suci Jamaah Haji KBIHNU Ziarah Jannatul Ma’la Lailatul Ijtima’ MWC NU Pituruh di Dukuh Sitawon, Jamaah Tempuh Medan Ekstrem dengan Truk Berdayakan Perempuan, PAC Fatayat Purworejo Gelar Pelatihan Menjahit Bersama BLK Semangat Berbagi untuk Sesama, MWCNU Pituruh Sukses Selenggarakan Donor Darah dan Berhasil Himpun 26 Kantong Darah Sambut Muharram 1448 H, Muslimat NU Krendetan Gelar Selapanan dan Pengajian Bersama Kyai Choirul Anwar

Berita

Kisah Pak Amir, Perintis Mebel Bambu Kalijambe yang Mengangkat Potensi Bambu Purworejo

badge-check


					Kisah Pak Amir, Perintis Mebel Bambu Kalijambe yang Mengangkat Potensi Bambu Purworejo Perbesar

PURWOREJO – Pepatah “kita yang mengusahakan, Allah yang menentukan, dan rezeki tidak akan tertukar” seakan sangat cocok menggambarkan perjalanan hidup Pak Amir, perajin mebel bambu asal Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Di usianya yang tidak lagi muda, ia masih bertahan menekuni profesi yang telah membesarkan namanya sekaligus mengangkat kerajinan bambu Kalijambe hingga dikenal luas.

Pak Amir dikenal sebagai salah satu perintis kerajinan mebel bambu di Purworejo. Perjalanan usahanya bermula saat merantau ke Cibeureum, Bandung, Jawa Barat, sekitar tahun 1975.

“Ketika itu saya bekerja serabutan sampai akhir tahun 1980-an. Setelah itu ikut orang Bandung membuat kursi bambu,” kenang Pak Amir.

Pak Amir perintis adanya kerajinan mebel Kalijambe Purworejo

Selama kurang lebih dua tahun, ia bekerja sambil belajar dengan tekun mengenai teknik pembuatan mebel bambu. Bekal pengalaman tersebut kemudian menumbuhkan keyakinan untuk membuka usaha sendiri.

Pada tahun 1983, Pak Amir memutuskan pulang ke kampung halamannya di Kalijambe untuk mengembangkan potensi bambu yang melimpah di Purworejo. Saat itu harga satu batang bambu wulung sekitar Rp1.000. Untuk membuat satu set mebel bambu dibutuhkan sekitar 10 batang bambu, sehingga modal bahan baku berkisar Rp10.000. Sementara satu set mebel bambu dapat dijual dengan harga sekitar Rp21.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengenang Wafatnya Syaikhona KH Maimoen Zubair di Tanah Suci

11 Juni 2026 - 19:07 WIB

Prosesi pemakaman Syaikhona KH. Maimoen Zubair di Jannatul Ma'la, Makkah Al-Mukarramah, Selasa (6/8/2019). KH. Muhammad Haekal, Ketua PCNU Purworejo (berpeci hitam di bawah keranda), turut mengangkat jenazah menuju makam.

Jamaah Haji KBIHNU Ziarah Jannatul Ma’la

11 Juni 2026 - 08:13 WIB

Lailatul Ijtima’ MWC NU Pituruh di Dukuh Sitawon, Jamaah Tempuh Medan Ekstrem dengan Truk

8 Juni 2026 - 13:14 WIB

Berdayakan Perempuan, PAC Fatayat Purworejo Gelar Pelatihan Menjahit Bersama BLK

8 Juni 2026 - 13:10 WIB

Semangat Berbagi untuk Sesama, MWCNU Pituruh Sukses Selenggarakan Donor Darah dan Berhasil Himpun 26 Kantong Darah

8 Juni 2026 - 13:08 WIB

Sambut Muharram 1448 H, Muslimat NU Krendetan Gelar Selapanan dan Pengajian Bersama Kyai Choirul Anwar

8 Juni 2026 - 10:46 WIB

Trending di Berita