Menu

Mode Gelap
MWCNU Gebang Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Ranting Diminta Gerak Cepat Amankan Aset NU Haul Masyayikh Ponpes Al Jamali Gebang, KHR Dawud Masykuri: Pesantren Benteng Akhlak, Khidmah kepada Guru Jangan Pernah Terputus Rangkaian COMFESTA 2026: Mahasiswa KPI Ziarah ke Melangi, Jelajahi Sejarah di Vredeburg, dan Belajar di TVRI Yogyakarta Bye Dompet Kosong! Bazar COMFESTA 2026 Hadirkan Produk Kreatif dengan Harga Ramah Mahasiswa Delegasi PCNU Purworejo Ikuti Jambore Relawan NU Peduli Jawa Tengah 2026 Public Speaking Bakal Digantikan AI? IAI An-Nawawi Purworejo Kupas Tuntas di Workshop Internasional

Berita

Kisah Pak Amir, Perintis Mebel Bambu Kalijambe yang Mengangkat Potensi Bambu Purworejo

badge-check


					Kisah Pak Amir, Perintis Mebel Bambu Kalijambe yang Mengangkat Potensi Bambu Purworejo Perbesar

PURWOREJO – Pepatah “kita yang mengusahakan, Allah yang menentukan, dan rezeki tidak akan tertukar” seakan sangat cocok menggambarkan perjalanan hidup Pak Amir, perajin mebel bambu asal Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Di usianya yang tidak lagi muda, ia masih bertahan menekuni profesi yang telah membesarkan namanya sekaligus mengangkat kerajinan bambu Kalijambe hingga dikenal luas.

Pak Amir dikenal sebagai salah satu perintis kerajinan mebel bambu di Purworejo. Perjalanan usahanya bermula saat merantau ke Cibeureum, Bandung, Jawa Barat, sekitar tahun 1975.

“Ketika itu saya bekerja serabutan sampai akhir tahun 1980-an. Setelah itu ikut orang Bandung membuat kursi bambu,” kenang Pak Amir.

Pak Amir perintis adanya kerajinan mebel Kalijambe Purworejo

Selama kurang lebih dua tahun, ia bekerja sambil belajar dengan tekun mengenai teknik pembuatan mebel bambu. Bekal pengalaman tersebut kemudian menumbuhkan keyakinan untuk membuka usaha sendiri.

Pada tahun 1983, Pak Amir memutuskan pulang ke kampung halamannya di Kalijambe untuk mengembangkan potensi bambu yang melimpah di Purworejo. Saat itu harga satu batang bambu wulung sekitar Rp1.000. Untuk membuat satu set mebel bambu dibutuhkan sekitar 10 batang bambu, sehingga modal bahan baku berkisar Rp10.000. Sementara satu set mebel bambu dapat dijual dengan harga sekitar Rp21.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MWCNU Gebang Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Ranting Diminta Gerak Cepat Amankan Aset NU

26 Juli 2026 - 19:07 WIB

Haul Masyayikh Ponpes Al Jamali Gebang, KHR Dawud Masykuri: Pesantren Benteng Akhlak, Khidmah kepada Guru Jangan Pernah Terputus

26 Juli 2026 - 18:53 WIB

Rangkaian COMFESTA 2026: Mahasiswa KPI Ziarah ke Melangi, Jelajahi Sejarah di Vredeburg, dan Belajar di TVRI Yogyakarta

26 Juli 2026 - 17:52 WIB

Bye Dompet Kosong! Bazar COMFESTA 2026 Hadirkan Produk Kreatif dengan Harga Ramah Mahasiswa

26 Juli 2026 - 17:24 WIB

Delegasi PCNU Purworejo Ikuti Jambore Relawan NU Peduli Jawa Tengah 2026

25 Juli 2026 - 18:56 WIB

Public Speaking Bakal Digantikan AI? IAI An-Nawawi Purworejo Kupas Tuntas di Workshop Internasional

21 Juli 2026 - 01:24 WIB

Trending di Berita