Kutoarjo, Warta Nadliyyin – Rois Syuriah PCNU Purworejo, KH. R. Dawud Masykuri, memberikan pesan mendalam pada pembukaan Konferensi MWCNU Kutoarjo 2025. Di tengah berbagai ujian bangsa berupa bencana alam dan musibah yang terjadi di sejumlah wilayah, beliau mengapresiasi semangat jajaran MWCNU dan PRNU Kutoarjo yang tetap istikamah berkhidmah sehingga konferensi dapat terselenggara dengan baik.
Dalam sambutannya, KH. Dawud Masykuri menegaskan pentingnya berkhidmah dengan landasan yang benar, seraya mengingatkan empat prinsip khidmah NU sebagaimana dawuh Rois ‘Am PBNU almaghfurlah KH. Ali Maksum:

- Al-Ma’rifatu bi Nahdlatil Ulama
Mengetahui dan memahami NU secara utuh. “Tak kenal maka tak sayang” mengenal NU adalah pintu pertama untuk mencintai jam’iyyah,” tutur beliau.
- Ats-Tsiqotu bi Nahdlatil Ulama
Percaya dan peduli terhadap NU, yakin bahwa NU merupakan satu-satunya organisasi yang Insya Allah menjadi wasilah keselamatan kita semua dari dunia sampai akhirat. NU merupakan satu-satunya organisasi yang disepuhi oleh para ulama, para muasis, para wali yang sudah kondang, yang Insya Allah para kyai yang mencetuskan berdirinya NU tentulah orang-orang yang dekat dengan Allah SWT, yang akan memberi pertolongan kepada kita semua kelak di akhirat.
- Al-Jihadu fi Nahdlatil Ulama
Kita semua berduyun-duyun menghadiri kegiatan ini tentu meninggalkan berbagai kesibukan, bahkan berangkat hadir dalam kegiatan ini tidak lain sebagai bagian dari jihad fi Nahdlatil Ulama. Semoga termasuk dalam dawuh “Walladzina jahadu fina lanahdiyannahum subulana”. Semoga jihad ini menjadi wasilah kita semua memperoleh ridha dari Allah, termasuk dalam golongan husnul khatimah.
- Ash-Shobru fi Nahdlatil Ulama
Kesabaran dan ketaatan dalam berkhidmah. Beliau menekankan pentingnya sabar memikul amanah dan menjaga adab dalam perjuangan organisasi.
KH. Dawud juga menegaskan bahwa MWC dan ranting merupakan tonggak kekokohan NU, sehingga kesolidan keduanya menentukan keberlanjutan jam’iyyah. “Semoga para muassis, khususnya Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, mengetahui perjuangan kita sehingga mengakui sebagai santrinya dan mendoakan kita husnul khatimah,” doa beliau.
Acara pembukaan konferensi kemudian resmi dibuka dengan bacaan Surat Al-Fatihah yang dipimpin langsung oleh KH. R. Dawud Masykuri.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, KH. Muhammad Haekal, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran 26 Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Kutoarjo, termasuk jajaran MWCNU dan seluruh badan otonom yang hadir lengkap.
Beliau menilai antusiasme peserta yang mengikuti rangkaian acara hingga selesai sebagai bentuk kekompakan dan kedisiplinan keluarga besar NU Kutoarjo. Kehadiran penuh para pengurus ranting menjadi bukti nyata penghormatan terhadap organisasi sekaligus tanda kesungguhan dalam menjaga keberlangsungan jam’iyyah.
Tim LTN PCNU Purworejo






