KEMIRI – Keterlibatan aktif kader perempuan dalam ruang digital menjadi perhatian serius Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kemiri. Melalui Pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Media Sosial yang digelar di Serambi Masjid Al-Firdaus Kauman, Sabtu (14/02/2026), MWC NU Kemiri mendorong penguatan kapasitas kader, khususnya dari unsur Muslimat Nahdlatul Ulama dan Fatayat Nahdlatul Ulama, agar semakin melek digital dan mampu mengelola informasi organisasi secara profesional.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis menulis berita, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran pentingnya dokumentasi dan publikasi kegiatan sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi. Selama ini, banyak kegiatan Muslimat dan Fatayat di tingkat ranting yang aktif dan produktif, namun belum seluruhnya terdokumentasi secara optimal.

Melalui pembekalan dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita kegiatan, pengambilan foto dokumentasi, serta strategi pengelolaan media sosial, para peserta didorong untuk mampu memproduksi konten yang informatif, akurat, dan inspiratif. Praktik langsung menjadi bagian penting agar kader perempuan tidak hanya menjadi objek pemberitaan, tetapi juga subjek yang aktif menyuarakan kegiatan dan gagasan organisasi.
Koordinator Media MWC NU Kemiri, Akhmad Najeh, menegaskan bahwa penguatan literasi media bagi Muslimat dan Fatayat sangat strategis. Menurutnya, peran perempuan dalam organisasi tidak hanya pada aspek sosial dan keagamaan, tetapi juga dalam membangun citra dan narasi positif NU di ruang publik.
Sementara itu, Rois Syuriyah MWC NU Kemiri, Kyai Muh Rosyidi, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama dalam kalender Masehi. Memasuki abad kedua, ia menilai NU harus semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk dalam melibatkan kader perempuan di bidang media dan informasi.
Sekretaris MWC NU Kemiri, H. Muhajir, turut menekankan pentingnya tertib administrasi dan publikasi kegiatan. Ia menyampaikan bahwa dokumentasi yang baik akan menjadi arsip sejarah organisasi sekaligus memperkuat akuntabilitas di tingkat ranting dan badan otonom.
Melalui pelatihan ini, MWC NU Kemiri menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Muslimat dan Fatayat sebagai garda terdepan dakwah yang tidak hanya aktif di lapangan, tetapi juga cakap membangun komunikasi dan narasi di ruang digital secara tertib, profesional, dan berkelanjutan. (njh)






