Para tokoh agama, pengurus NU, serta masyarakat yang hadir tampak khusyuk mengikuti jalannya kegiatan. Mereka duduk bersama mendengarkan bacaan Al-Qur’an sebagai bentuk penghormatan terhadap kalam Ilahi sekaligus memperkuat ikatan spiritual di tengah masyarakat.

Kegiatan sima’an Al-Qur’an memiliki sejumlah manfaat penting, baik bagi para penghafal Al-Qur’an maupun masyarakat luas. Selain menjadi sarana menjaga kualitas hafalan para hafiz, kegiatan ini juga menjadi media syiar Islam yang menebarkan ketenangan dan keberkahan di lingkungan sekitar.
Tidak hanya itu, sima’an juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara kiai, santri, pengurus NU, dan masyarakat. Melalui kebersamaan dalam majelis Al-Qur’an, semangat persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah semakin kuat terjalin.
Panitia menjadwalkan kegiatan sima’an berlangsung hingga menjelang tengah malam. Setelah itu, rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan pengajian selapanan MWCNU Kecamatan Butuh yang diperkirakan akan dihadiri jamaah dalam jumlah lebih besar dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Butuh.







