Lina berharap Kopri PMII Purworejo dapat menjadi wadah perjuangan sekaligus ruang pengembangan kapasitas kader perempuan yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Ucapan selamat juga disampaikan Ketua Demisioner PC PMII Purworejo, Fatkhu Rohman. Ia menegaskan bahwa kepengurusan sebelumnya akan tetap memberikan dukungan moral dan mengawal proses transisi kepemimpinan demi keberlangsungan organisasi.
Di sisi lain, Ketua PKC PMII Jawa Tengah, Ahmad Farichin, mengapresiasi semangat kader PMII Purworejo yang terus menjaga tradisi intelektual dan kaderisasi. Ia mengingatkan bahwa masa khidmah struktural merupakan kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan masyarakat.
“Ketika sudah memiliki cita-cita dan arah perjuangan yang jelas, maka yang dibutuhkan adalah keberanian untuk bergerak dan mewujudkannya. Gunakan masa khidmah ini sebaik-baiknya untuk berproses dan berkontribusi,” pesannya.
Konfercab XVIII PMII Purworejo ditutup dengan pembacaan hamdalah bersama dan seruan jargon organisasi yang menggema di ruang sidang. Dengan kepemimpinan baru, PMII Purworejo diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi kader, intelektual, dan pergerakan yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta mampu menjawab tantangan zaman.







