Menu

Mode Gelap
MWCNU dan PAC IPNU-IPPNU Purwodadi Resmi Dilantik, Siap Perkuat Dakwah, Pendidikan, dan Pemberdayaan Masyarakat Dies Natalis ke-25 IAI An-Nawawi Purworejo, Rawat Nilai Pesantren Menuju Kampus Unggul Pelantikan PAC GP Ansor Bagelen dan Muskerancab Menggema, Semangat Khidmah Kader Muda NU Membara Kirim Doa untuk Jamaah Haji, Habib Ustman Al Athos Ingatkan Pentingnya Pendidikan Agama dalam Keluarga Kisah Inspiratif Hj. Komsiyah, Perajin Anyaman Bambu yang Berhasil Menunaikan Ibadah Haji PR GP Ansor Kaliwader Matangkan Program Kerja 2026–2028, Rijalul Ansor Jadi Penguat Kebersamaan Kader

Budaya

Dies Natalis ke-25 IAI An-Nawawi Purworejo, Rawat Nilai Pesantren Menuju Kampus Unggul

badge-check


					Dies Natalis ke-25 IAI An-Nawawi Purworejo, Rawat Nilai Pesantren Menuju Kampus Unggul Perbesar

Lebih lanjut, Irun mengajak seluruh elemen untuk menjadikan momentum tersebut bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, melainkan momentum sakral meneguhkan khidmah bersama.

“Mari kita jadikan momen kali ini bukan hanya perayaan usia, tetapi perayaan komitmen. Komitmen untuk bekerja lebih baik, komitmen untuk melayani lebih baik, komitmen untuk belajar lebih baik dan komitmen untuk membawa kampus ini menuju masa depan yang lebih baik,” ajaknya penuh semangat.

Kebahagiaan dan rasa syukur atas momentum ini juga mendapat apresiasi virtual dari Ketua Dewan Senat IAI An-Nawawi Purworejo, K.H. Achmad Chalwani Nawawi. Mursyid Thariqah Qadiriyyah Wa Naqsyabandiyyah ini berharap IAI An-Nawawi mampu melahirkan generasi perisai yang mampu menggerakkan dan mengendalikan Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Semoga semakin sukses ke depannya dan menjadi kampus yang diminati banyak mahasiswa. Semoga mampu mencetak mahasiswa dan mahasiswi yang berguna bagi bangsa dan negara, serta menjadi penggerak dan pengendali Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah kehidupan masyarakat,” tutur Kiai Chalwani.

Sebagai simbol rasa syukur atas pengabdian selama 25 tahun, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan, Rektor, dan Ketua Panitia.

Pada sesi pengarahan dan doa, Ketua Yayasan An-Nawawi Purworejo, K.H.R. Muhammad Maulana Alwi, mengingatkan bahwa masa depan kampus ini sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh elemennya dalam merawat harmoni kedua lembaga tersebut. Ia menekankan bahwa institut dan pesantren harus berjalan beriringan tanpa adanya dikotomi, mengingat keduanya lahir dari gagasan perjuangan tokoh yang sama.

“Keberadaan perguruan tinggi di lingkungan pesantren, yang berawal dari keinginan luhur K.H. Nawawi Shiddieq untuk mendirikan Fakultas Syariah di Pondok Pesantren An-Nawawi Purworejo ini, tentu bergantung pada keluarga besar IAI An-Nawawi dalam menyikapi kondisi di sekitar. Sehingga, alangkah baik, ideal dan indahnya ketika kita tidak membenturkan pondok pesantren dengan perguruan tinggi, karena keduanya berangkat dari gagasan sosok yang sama,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MWCNU dan PAC IPNU-IPPNU Purwodadi Resmi Dilantik, Siap Perkuat Dakwah, Pendidikan, dan Pemberdayaan Masyarakat

31 Mei 2026 - 18:58 WIB

Pelantikan PAC GP Ansor Bagelen dan Muskerancab Menggema, Semangat Khidmah Kader Muda NU Membara

31 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kirim Doa untuk Jamaah Haji, Habib Ustman Al Athos Ingatkan Pentingnya Pendidikan Agama dalam Keluarga

31 Mei 2026 - 18:05 WIB

Kisah Inspiratif Hj. Komsiyah, Perajin Anyaman Bambu yang Berhasil Menunaikan Ibadah Haji

31 Mei 2026 - 14:02 WIB

PR GP Ansor Kaliwader Matangkan Program Kerja 2026–2028, Rijalul Ansor Jadi Penguat Kebersamaan Kader

31 Mei 2026 - 13:14 WIB

Meriah dan Penuh Haru, TK Masyithoh Lugosobo Lepas 36 Lulusan Tahun Ajaran 2025/2026

31 Mei 2026 - 09:27 WIB

Trending di Berita