Menu

Mode Gelap
Public Speaking Bakal Digantikan AI? IAI An-Nawawi Purworejo Kupas Tuntas di Workshop Internasional Rakor MWCNU Gebang Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Khidmah Nahdliyin Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Purworejo Siap Kawal Keputusan Strategis untuk Umat Penyelamatan Aset dan Kemandirian Finansial Jadi Sorotan Rakor Gabungan PCNU Purworejo PCNU Purworejo Tancap Gas, Tetapkan 5 Program Prioritas Akselerasi Periode 2026-2027 Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital

Budaya

Dies Natalis ke-25 IAI An-Nawawi Purworejo, Rawat Nilai Pesantren Menuju Kampus Unggul

badge-check


					Dies Natalis ke-25 IAI An-Nawawi Purworejo, Rawat Nilai Pesantren Menuju Kampus Unggul Perbesar

Lebih lanjut, Irun mengajak seluruh elemen untuk menjadikan momentum tersebut bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, melainkan momentum sakral meneguhkan khidmah bersama.

“Mari kita jadikan momen kali ini bukan hanya perayaan usia, tetapi perayaan komitmen. Komitmen untuk bekerja lebih baik, komitmen untuk melayani lebih baik, komitmen untuk belajar lebih baik dan komitmen untuk membawa kampus ini menuju masa depan yang lebih baik,” ajaknya penuh semangat.

Kebahagiaan dan rasa syukur atas momentum ini juga mendapat apresiasi virtual dari Ketua Dewan Senat IAI An-Nawawi Purworejo, K.H. Achmad Chalwani Nawawi. Mursyid Thariqah Qadiriyyah Wa Naqsyabandiyyah ini berharap IAI An-Nawawi mampu melahirkan generasi perisai yang mampu menggerakkan dan mengendalikan Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Semoga semakin sukses ke depannya dan menjadi kampus yang diminati banyak mahasiswa. Semoga mampu mencetak mahasiswa dan mahasiswi yang berguna bagi bangsa dan negara, serta menjadi penggerak dan pengendali Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah kehidupan masyarakat,” tutur Kiai Chalwani.

Sebagai simbol rasa syukur atas pengabdian selama 25 tahun, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan, Rektor, dan Ketua Panitia.

Pada sesi pengarahan dan doa, Ketua Yayasan An-Nawawi Purworejo, K.H.R. Muhammad Maulana Alwi, mengingatkan bahwa masa depan kampus ini sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh elemennya dalam merawat harmoni kedua lembaga tersebut. Ia menekankan bahwa institut dan pesantren harus berjalan beriringan tanpa adanya dikotomi, mengingat keduanya lahir dari gagasan perjuangan tokoh yang sama.

“Keberadaan perguruan tinggi di lingkungan pesantren, yang berawal dari keinginan luhur K.H. Nawawi Shiddieq untuk mendirikan Fakultas Syariah di Pondok Pesantren An-Nawawi Purworejo ini, tentu bergantung pada keluarga besar IAI An-Nawawi dalam menyikapi kondisi di sekitar. Sehingga, alangkah baik, ideal dan indahnya ketika kita tidak membenturkan pondok pesantren dengan perguruan tinggi, karena keduanya berangkat dari gagasan sosok yang sama,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Public Speaking Bakal Digantikan AI? IAI An-Nawawi Purworejo Kupas Tuntas di Workshop Internasional

21 Juli 2026 - 01:24 WIB

Rakor MWCNU Gebang Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Khidmah Nahdliyin

19 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Purworejo Siap Kawal Keputusan Strategis untuk Umat

13 Juli 2026 - 18:48 WIB

Penyelamatan Aset dan Kemandirian Finansial Jadi Sorotan Rakor Gabungan PCNU Purworejo

13 Juli 2026 - 18:37 WIB

PCNU Purworejo Tancap Gas, Tetapkan 5 Program Prioritas Akselerasi Periode 2026-2027

13 Juli 2026 - 17:43 WIB

Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital

12 Juli 2026 - 00:06 WIB

Trending di Berita