Menu

Mode Gelap
Public Speaking Bakal Digantikan AI? IAI An-Nawawi Purworejo Kupas Tuntas di Workshop Internasional Rakor MWCNU Gebang Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Khidmah Nahdliyin Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Purworejo Siap Kawal Keputusan Strategis untuk Umat Penyelamatan Aset dan Kemandirian Finansial Jadi Sorotan Rakor Gabungan PCNU Purworejo PCNU Purworejo Tancap Gas, Tetapkan 5 Program Prioritas Akselerasi Periode 2026-2027 Kiai Haekal: Jaga 3 Pilar Pesantren Demi Masa Depan NU di Era Digital

Hikmah

KH M. Yusuf Chudori: Jika 40 Hari Tidak Ngaji dan Tidak Berkumpul dengan Ulama, Hati Bisa Menjadi Keras

badge-check


					KH. M. Yusuf Chudlori (Dok. Foto Katadata) Perbesar

KH. M. Yusuf Chudlori (Dok. Foto Katadata)

MAGELANG – Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, KH M. Yusuf Chudori, mengingatkan pentingnya menjaga tradisi mengaji dan berkumpul dengan para ulama agar hati tetap lembut dan tidak mudah terjerumus dalam perbuatan dosa.

Pesan tersebut disampaikan dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Facebook pribadinya @Gus Yusuf Channel. Dalam ceramahnya, kiai yang akrab disapa Gus Yusuf itu menjelaskan bahwa seseorang yang terlalu lama meninggalkan majelis ilmu berpotensi mengalami kekeringan spiritual.

“Ketika seseorang lebih dari 40 hari tidak mengaji dan tidak berkumpul dengan orang alim, hatinya bisa menjadi keras. Jika hati sudah keras, maka akan lebih mudah terjerumus ke dalam dosa-dosa besar,” pesannya (8/4/26).

Menurut Gus Yusuf, karena itulah para kiai dan nyai di berbagai daerah secara rutin mengadakan pengajian, minimal satu kali dalam setiap selapan atau 40 hari. Tujuannya agar masyarakat tetap memiliki kesempatan mendengarkan nasihat agama dan bertemu dengan para ulama.

“Minimal masyarakat desa setiap selapan sekali mau mengaji dan bertemu dengan orang alim agar hatinya tetap lembut dan tidak mudah tergelincir dalam kemaksiatan,” katanya.

Pesan tersebut sejalan dengan sebuah riwayat yang dinisbatkan kepada wasiat Rasulullah SAW kepada Sayyidina Ali RA.

يَا عَلِيُّ، إِذَا مَضَى عَلَى الْمُؤْمِنِ أَرْبَعُوْنَ صَبَاحًا وَلَمْ يُجَالِسِ الْعُلَمَاءَ قَسَى قَلْبُهُ وَجَسُرَ عَلَى الْكَبَائِرِ لِأَنَّ الْعِلْمَ حَيَاةُ الْقَلْبِ

Artinya : Wahai Ali, jika melampaui empat puluh hari seorang mukmin tidak berkumpul dengan ulama (seperti tidak mau silaturahim dengan ulama, mendengarkan nasihat ulama, datang ke pengajian atau majelis ilmu para ulama) maka jadi keras hatinya dan berani untuk melakukan dosa-dosa besar. Karena sesungguhnya ilmu itu adalah kehidupan hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KH Achmad Chalwani: Sayap Kanan dan Sayap Kiri Harus Bergerak Bersama untuk Memajukan NU

16 Juni 2026 - 18:42 WIB

Kiai Chalwani Ingatkan Dampak Menyepelekan Guru dalam Haflah Akhirus Sanah ke-47 PP An-Nawawi Berjan

14 Juni 2026 - 18:48 WIB

Nyai Siti Zahro Ingatkan Keutamaan Sedekah Saat Hidup dalam Selapanan Muslimat-Fatayat NU Bener

7 Juni 2026 - 22:02 WIB

Menjelang Tiba di Tanah Air, Jamaah Haji Dianjurkan Membaca Doa Ini

6 Juni 2026 - 20:52 WIB

Bahas Toleransi dan Kebangsaan, Pengajian Selapanan MWCNU Butuh Ajak Warga Rawat NKRI

1 Juni 2026 - 10:42 WIB

Kirim Doa untuk Jamaah Haji, Habib Ustman Al Athos Ingatkan Pentingnya Pendidikan Agama dalam Keluarga

31 Mei 2026 - 18:05 WIB

Trending di Berita