Menurut Paimin, warga yang datang membantu tidak mengharapkan imbalan apa pun. Kehadiran mereka murni sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan antarwarga.

“Senang ikut njenang karena bisa silaturahmi. Sebagai tetangga harus saling membantu dan gotong royong,” katanya.
Mayoritas masyarakat Desa Girijoyo yang bekerja sebagai petani dan pekebun masih memiliki ikatan sosial yang kuat. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat tradisi-tradisi kebersamaan seperti njenang tetap lestari hingga saat ini.
Sebelum proses memasak dimulai, warga terlebih dahulu menggelar doa bersama. Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar seluruh rangkaian hajatan dapat berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan.
Proses pembuatan jenang sendiri memerlukan ketelatenan dan tenaga yang tidak sedikit. Tahap awal dimulai dengan menumis bawang merah, bawang putih, garam, jahe, dan santan kelapa. Setelah santan dimasukkan ke dalam jadi dan terus diaduk hingga mengeluarkan minyak, gula merah kemudian ditambahkan hingga larut sempurna.











