Menu

Mode Gelap
Bekal Dunia Saja Tak Cukup, Anak Perlu Dibekali Ilmu Agama Sejak Dini STAINU Purworejo Berikan Apresiasi kepada PAC GP Ansor Bagelen atas Peran Aktif Mempromosikan Kampus kepada Kader Ansor Ketua PC Fatayat NU Purworejo Ajak Perempuan Muda Perkuat Kepemimpinan Humanis di Harlah PAC Fatayat NU Kaligesing Pengajian Selapanan Ahad Pon di Semagung, KH Khabib Anwar Sampaikan Empat Tanda Wong Bejo Dunyo Akhirat Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Kaliboto Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Tali Silaturahmi Hadiri Muktamar Ke-35 NU, LPTNU Purworejo Komitmen Wujudkan PTNU Unggul dan Berkarakter Aswaja

Budaya

Di Tengah Modernisasi, Warga Girijoyo Kemiri Tetap Lestarikan Tradisi ‘Njenang’ Secara Gotong Royong

badge-check


					Di Tengah Modernisasi, Warga Girijoyo Kemiri Tetap Lestarikan Tradisi ‘Njenang’ Secara Gotong Royong Perbesar

KEMIRI – Tradisi njenang atau memasak jenang secara gotong royong masih terus bertahan di Dusun Ketaon, Desa Girijoyo, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Tradisi yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan hajatan pernikahan ini kembali terlihat pada Sabtu (6/6/2026), saat puluhan warga berkumpul membantu salah satu keluarga yang akan menggelar acara pernikahan.

Sejak pagi hari, suasana kebersamaan tampak begitu kental. Asap dari tungku kayu mengepul di halaman rumah warga, sementara para tetangga bahu-membahu menyiapkan berbagai kebutuhan hajatan. Ada yang mendirikan tarub, menyiapkan konsumsi, mempersiapkan bahan-bahan jenang, hingga bergantian mengaduk adonan dalam wajan tembaga besar yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan jadi.

Bagi masyarakat Girijoyo, tradisi njenang bukan sekadar memasak makanan untuk kebutuhan hajatan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga semangat gotong royong yang telah diwariskan turun-temurun.

Salah seorang warga, Paimin (64), mengaku telah mengikuti tradisi njenang sejak usia muda dan hingga kini masih aktif membantu setiap kali ada tetangga yang menggelar hajatan.

“Sejak dulu remaja saya sering mengikuti njenang. Sampai sekarang usia 60-an tahun, insyaallah saya selalu aktif njenang jika dimintai rewang pada setiap hajatan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Maulid Nabi di Winonglor, Sirah Nabawiyah Disampaikan Lewat Suluk Dalang Santri

19 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Tahlilan: Bukan Sekadar Tradisi, tetapi Ikhtiar Merawat Kepedulian

3 Juni 2026 - 16:21 WIB

Dies Natalis ke-25 IAI An-Nawawi Purworejo, Rawat Nilai Pesantren Menuju Kampus Unggul

31 Mei 2026 - 18:29 WIB

Prosesi pemotongan tumpeng oleh Rektor IAIAN Purworejo dan Kepala Yasasan An-Nawawi.

Ngaji Budaya Wayang Santri di MWCNU Kutoarjo Kupas Filosofi Lir-Ilir

3 Mei 2026 - 23:57 WIB

Ngaji Budaya di Puspo, Ketua PCNU Promosikan STAINU Purworejo

14 April 2026 - 23:25 WIB

Kaligesing Hadirkan Demaji Ecopark, Taman Budaya Baru dengan Konsep Modern-Tradisional

1 September 2024 - 14:23 WIB

Trending di Budaya