KEMIRI – Tradisi njenang atau memasak jenang secara gotong royong masih terus bertahan di Dusun Ketaon, Desa Girijoyo, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Tradisi yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan hajatan pernikahan ini kembali terlihat pada Sabtu (6/6/2026), saat puluhan warga berkumpul membantu salah satu keluarga yang akan menggelar acara pernikahan.
Sejak pagi hari, suasana kebersamaan tampak begitu kental. Asap dari tungku kayu mengepul di halaman rumah warga, sementara para tetangga bahu-membahu menyiapkan berbagai kebutuhan hajatan. Ada yang mendirikan tarub, menyiapkan konsumsi, mempersiapkan bahan-bahan jenang, hingga bergantian mengaduk adonan dalam wajan tembaga besar yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan jadi.

Bagi masyarakat Girijoyo, tradisi njenang bukan sekadar memasak makanan untuk kebutuhan hajatan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga semangat gotong royong yang telah diwariskan turun-temurun.
Salah seorang warga, Paimin (64), mengaku telah mengikuti tradisi njenang sejak usia muda dan hingga kini masih aktif membantu setiap kali ada tetangga yang menggelar hajatan.
“Sejak dulu remaja saya sering mengikuti njenang. Sampai sekarang usia 60-an tahun, insyaallah saya selalu aktif njenang jika dimintai rewang pada setiap hajatan,” ujarnya.











