JAKARTA – Ibadah haji bukan hanya perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual yang membawa perubahan bagi setiap muslim yang menjalaninya. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji, para jamaah yang akan kembali ke kampung halaman dianjurkan untuk memperbanyak doa, termasuk doa saat hampir tiba di Tanah Air.
Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU, Alhafiz Kurniawan, dalam tulisannya di Islam.NU.or.id menjelaskan bahwa jamaah haji dianjurkan memohon kepada Allah SWT agar diberikan kebaikan bagi negeri yang akan ditinggali kembali, masyarakatnya, serta seluruh hal yang ada di dalamnya.

Anjuran tersebut merujuk pada keterangan Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajj. Dalam kitab tersebut disebutkan doa yang dibaca ketika seseorang hampir tiba di kampung halamannya setelah melakukan perjalanan, termasuk perjalanan ibadah haji.
Doa Pertama: Memohon Kebaikan Negeri dan Penduduknya
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُك خَيْرَهَا وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَأَعُوذُ بِك مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا
Allāhumma innī as’aluka khayrahā, wa khayra ahlihā, wa khayra mā fīhā; wa a‘ūdzu bika min syarrihā, wa syarri ahlihā, wa syarri mā fīhā.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan negeri ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan semua yang ada di dalamnya. Aku juga berlindung kepada-Mu dari keburukan negeri ini, keburukan penduduknya, dan keburukan semua yang ada di dalamnya.”
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa doa tersebut mengandung harapan agar seorang muslim mendapatkan keberkahan ketika kembali ke lingkungan tempat tinggalnya serta dijauhkan dari berbagai keburukan yang mungkin terjadi.
Selain doa tersebut, sebagian ulama juga menganjurkan doa lain yang berisi permohonan agar kampung halaman menjadi tempat tinggal yang nyaman, sumber rezeki yang baik, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan wabah penyakit.
Doa Kedua: Memohon Keberkahan dan Rezeki di Tanah Air
اللَّهُمَّ اجْعَلْ لَنَا بِهَا قَرَارًا أَوْ رِزْقًا حَسَنًا، اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا جَنَاهَا وَأَعِذْنَا مِنْ وَبَاهَا وَحَبِّبْنَا إِلَى أَهْلِهَا وَحَبِّبْ صَالِحِيْ أَهْلِهَا إِلَيْنَا
Allāhummaj‘al lanā bihā qarārā aw rizqan hasanā. Allāhummarzuqnā janāhā wa a‘idznā min wabāhā wa habbibnā ilā ahlihā wa habbib shālihī ahlihā ilaynā.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah negeri ini sebagai tempat tinggal atau sumber rezeki yang baik bagi kami. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami hasil bumi negeri ini, lindungi kami dari wabahnya, tanamkan rasa cinta kami kepada penduduknya, dan tanamkan pula rasa cinta penduduk yang saleh kepada kami.”
Doa-doa tersebut menjadi pengingat bahwa kepulangan dari Tanah Suci bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal untuk mengamalkan nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari. Jamaah haji diharapkan kembali ke tengah masyarakat dengan membawa semangat ibadah, akhlak yang lebih baik, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Semoga seluruh jamaah haji Indonesia diberikan perjalanan pulang yang lancar, selamat sampai tujuan, serta memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabruroh.











