Dengan modal keberanian dan keterampilan yang dimiliki, ia menyewa tempat di tepi jalan dan membuka workshop mebel bambu. Usahanya berkembang pesat. Seiring meningkatnya pesanan, jumlah karyawannya pernah mencapai 14 orang.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika ada warga dari Tidore, Maluku Utara, yang datang untuk belajar membuat mebel bambu. Meski belum terlalu mahir, hubungan tersebut justru membuka peluang usaha yang besar.
Pak Amir kemudian mendapat pesanan sebanyak 21 set mebel bambu atau setara satu kontainer untuk dikirim ke Tidore. Pesanan tersebut berlanjut hingga total tiga kontainer, di luar pesanan dari berbagai daerah lainnya.
“Alhamdulillah, itu menjadi rezeki yang luar biasa bagi saya,” ujarnya.







