Meski kondisi pasar saat ini tidak seramai masa kejayaannya, Pak Amir tetap bertahan memproduksi mebel bambu. Baginya, kerajinan bambu bukan sekadar usaha, tetapi sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Saat ini ia masih dibantu dua orang pekerja yang setia mendampinginya di workshop yang juga menjadi rumah tinggalnya.
“Pak Amir memang perintis dan spesialis mebel bambu di Kalijambe. Kalau yang lain sekarang banyak yang memadukan dengan saung bambu atau rumah bambu. Saya salut kepada beliau,” kata Supri, tetangga Pak Amir di Kalijambe.
Ketekunan, keberanian merintis usaha dari nol, dan kemampuannya melihat potensi lokal menjadikan Pak Amir sosok inspiratif yang turut mengangkat nama Kalijambe sebagai sentra kerajinan bambu di Purworejo.








