Ia menjelaskan, sayap kanan NU merupakan kekuatan yang menjaga aspek spiritualitas, tradisi, dan amaliah keagamaan warga Nahdliyin. Di dalamnya terdapat organisasi seperti JQH NU (Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama) yang mewadahi para qari dan hafiz Al-Qur’an, serta JATMAN yang membina pengamal tarekat mu’tabarah dengan sanad keilmuan yang tersambung hingga Rasulullah SAW.

Selain itu, berbagai amaliah khas warga NU seperti mujahadah, tahlilan, dan ziarah kubur juga menjadi bagian dari penguatan sayap kanan organisasi.
Sementara itu, sayap kiri NU berperan dalam kaderisasi, gerakan sosial, kepemudaan, dan kebudayaan. Peran tersebut dijalankan melalui badan otonom dan lembaga NU seperti GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, hingga Lesbumi.
Menurut KH Achmad Chalwani, kedua unsur tersebut tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus saling mendukung dan bergerak secara sinergis agar cita-cita besar NU dalam mewujudkan kemaslahatan umat dapat tercapai.
Melalui peresmian gedung baru dan pelantikan pengurus yang digelar MWCNU Loano, ia berharap semangat kolaborasi antara kekuatan spiritual dan kaderisasi organisasi terus diperkuat sehingga NU semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.











